Latest Post


Tegassumbar,Padang - PT Nindya Karya melalui Humasnya, Juniar Gulo, menyampaikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan sejumlah media di Sumatera Barat mengenai kualitas konstruksi proyek penguatan tebing sungai. Klarifikasi tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama jurnalis di Padang, Senin (30/3/2026), sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas kepada publik.


Dalam penjelasannya, Juniar menegaskan bahwa kondisi konstruksi yang menjadi sorotan saat ini masih merupakan bagian dari tahapan pekerjaan yang belum rampung sepenuhnya. Proyek tersebut, kata dia, masih berada dalam fase pelaksanaan dan belum memasuki tahap Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima sementara.


“Pekerjaan masih dalam proses. Beberapa bagian yang terlihat belum sempurna merupakan bagian dari tahap finishing dan perapian. Seluruhnya tetap menjadi tanggung jawab kami untuk diselesaikan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujar Juniar.


Ia juga memastikan bahwa seluruh aspek pekerjaan konstruksi, termasuk pemasangan bronjong (gabion), telah dilaksanakan mengacu secara ketat pada spesifikasi teknis dalam kontrak. Material yang digunakan telah melalui proses pengujian mutu, sementara metode pemasangan dilakukan sesuai standar teknis yang berlaku di industri konstruksi.


Lebih lanjut, Juniar menekankan bahwa pengawasan proyek dilakukan secara berlapis dan komprehensif. Selain melibatkan tim internal perusahaan, proyek ini juga diawasi oleh konsultan supervisi independen guna memastikan kualitas struktur, terutama dalam menghadapi dinamika arus sungai serta fungsi mitigasi bencana.


Sebagai bentuk keterbukaan informasi, pihak perusahaan turut menampilkan dokumentasi visual terbaru dari kondisi lapangan. Dokumentasi tersebut menunjukkan susunan bronjong dengan anyaman kawat yang rapat serta isian batu yang padat dan terpasang sesuai standar teknis.


“Dokumentasi ini kami hadirkan untuk memberikan gambaran utuh kondisi di lapangan. Kami memahami bahwa sudut pandang tertentu dapat memunculkan persepsi berbeda, namun kami pastikan pekerjaan berjalan sesuai kaidah teknis yang berlaku,” jelasnya.


Di sisi lain, PT Nindya Karya juga mengapresiasi peran aktif masyarakat dan media dalam mengawal jalannya proyek. Menurut Juniar, kritik dan masukan yang disampaikan menjadi bagian penting dalam proses evaluasi untuk meningkatkan kualitas pekerjaan.


“Kami berterima kasih atas perhatian dan masukan yang diberikan. Hal ini menjadi dorongan bagi kami untuk memastikan proyek dapat diselesaikan tepat waktu, tepat mutu, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya di Sumatera Barat,” tutupnya.



Tegassumbar - Dalam rangka menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama momen libur Lebaran Idul Fitri, personel Polsek Koto Tangah meningkatkan kegiatan patroli rutin di sejumlah objek wisata yang berada di wilayah hukumnya.

Patroli ini difokuskan pada lokasi-lokasi yang ramai dikunjungi wisatawan, seperti Pantai Pasir Jambak, Koto Tangah, serta berbagai destinasi wisata lainnya. Selain melakukan pemantauan situasi kamtibmas, petugas juga memberikan imbauan kepada para pengunjung agar selalu berhati-hati, menjaga barang bawaan, serta mematuhi aturan yang berlaku di lokasi wisata.

Kapolsek Koto Tangah, Kompol Afrino, menyatakan bahwa kegiatan patroli ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat selama libur Lebaran. “Kami ingin memastikan seluruh pengunjung dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada serta menjaga keselamatan diri dan keluarga saat berwisata,” ujarnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan suasana liburan yang aman, tertib, dan kondusif, sehingga masyarakat dapat menikmati momen Idul Fitri dengan rasa nyaman bersama keluarga. (Nj)



Tegassumbar - Pada Minggu, 22 Maret 2026, pukul 07.00 WIT, telah terjadi serangan penembakan dan pembacokan oleh Kelompok OPM Kodap IV/Sorong Raya terhadap anggota Yonif Pasmar 9/BH di Pos Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Insiden ini terjadi ketika 5 orang anggota Yonif Pasmar 9/BH sedang melakukan patroli di sekitar Pos Sori.

Dalam insiden tersebut, 2 anggota Yonif Pasmar 9/BH meninggal dunia, yaitu Prada Mar Andi Suvio (22 tahun) dan Prada Mar Elki Saputra (25 tahun). Selain itu, Kopda Mar Eko Sutikno (42 tahun) mengalami luka tembak dan bacok, namun berhasil dievakuasi ke RS AL Sorong untuk mendapatkan perawatan intensif.

Menurut keterangan saksi, serangan ini dilakukan oleh kelompok OPM yang berjumlah sekitar 10 orang, yang dipimpin oleh Manfred Fatem, Wadan Ops OPM Kodap IV/Sorong Raya. Mereka menyerang anggota Yonif Pasmar 9/BH dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam, sehingga menyebabkan kerugian besar.

Satgas Yon Pasmar 9/BH segera melakukan evakuasi korban dan pengejaran terhadap pelaku. Pada pukul 07.10 WIT, Dansatgas memerintahkan Dokter Satgas dan beberapa anggota untuk melakukan evakuasi korban. Korban yang gugur kemudian dibawa ke RS Pratama Kp. Sunere Distrik Aifat untuk dilakukan otopsi, sebelum akhirnya dibawa ke RS AL Sorong untuk disemayamkan.

Pada pukul 12.00 WIT, tim pengejaran yang dipimpin oleh Kapten Mar Ganteng Prakoso (Pasi Ops Pasmar/BH) melakukan pengejaran terhadap pelaku. Pada pukul 13.15 WIT, tim pengejaran melaporkan kontak tembak dengan kelompok OPM, dan 1 orang pelaku tewas.

Saat ini, Satgas Yon Pasmar 9/BH masih melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap pelaku yang masih bersembunyi di sekitar Distrik Aifat Selatan. "Kami akan terus melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap pelaku yang telah melakukan serangan terhadap anggota kami," kata Dansatgas Yon Pasmar 9/BH.

Insiden ini merupakan salah satu contoh dari serangkaian serangan OPM terhadap aparat keamanan di Papua Barat Daya. Pemerintah dan TNI-Polri telah meningkatkan kewaspadaan dan melakukan upaya untuk menangkap pelaku dan menghentikan aksi terorisme di wilayah tersebut. (tim)


Tegassumbar,Padang - Pengurus Kota (Pengkot) Taekwondo Indonesia Kota Padang menggelar rapat koordinasi bersama para pelatih dojang se-Kota Padang pada Minggu (8/3/2026). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Pola Kantor Gubernur Sumatera Barat.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pengkot Taekwondo Indonesia Kota Padang, Mursalim, AP, M.Si, serta didampingi Sekretaris Umum Taekwondo Indonesia Kota Padang, Rizal Ilyas, bersama para kepala bidang (Kabid) 1 hingga 5.

Pertemuan ini dihadiri oleh seluruh pelatih dojang se-Kota Padang yang telah memiliki Surat Keputusan (SK) resmi dojang. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pengurus dan para pelatih dalam upaya memajukan pembinaan olahraga taekwondo di Kota Padang.

Dalam rapat tersebut, para peserta membahas sejumlah program strategis. Mulai dari peningkatan kualitas pembinaan atlet, penguatan organisasi dojang, hingga strategi menjaring dan melahirkan bibit-bibit atlet muda yang berpotensi untuk berprestasi di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional.

Selain sebagai forum koordinasi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antar pelatih dojang di Kota Padang. Para peserta turut melakukan evaluasi terhadap perkembangan pembinaan taekwondo yang telah berjalan selama ini, sekaligus menyamakan langkah untuk menghadapi berbagai agenda pembinaan dan kejuaraan ke depan.

Setelah seluruh rangkaian pembahasan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama yang diikuti oleh seluruh pengurus dan pelatih dojang yang hadir. Momen ini semakin mempererat kebersamaan dan kekompakan antar keluarga besar Taekwondo Indonesia Kota Padang.

Melalui rapat koordinasi ini, Taekwondo Indonesia Kota Padang diharapkan semakin solid dan terarah dalam menjalankan program pembinaan. Dengan kerja sama yang kuat antara pengurus dan pelatih, diharapkan lahir generasi atlet yang disiplin, berprestasi, serta mampu mengharumkan nama Kota Padang di berbagai ajang kejuaraan.(Nj)


Tegassumbar,Padang - Setelah bencana yang melanda Sumatera Barat, kini kabar baik datang dari kawasan Koto Tuo. Trial talang irigasi di Chekdam Koto Tuo untuk saluran irigasi Koto Panjang Ikur Koto, Kota Padang telah berhasil tersambung pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Keberhasilan ini menjadi harapan baru bagi masyarakat setempat, khususnya para petani yang sangat bergantung pada aliran irigasi untuk mengairi lahan mereka. Warga pun menyampaikan apresiasi atas upaya dan kerja keras pemerintah dalam mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana.

Proyek pengerjaan talang irigasi ini dilaksanakan oleh PT. Nindya Karya dengan harapan dapat kembali mendukung aktivitas pertanian dan perekonomian masyarakat sekitar.

Semangat gotong royong dan kebersamaan antara pemerintah, pelaksana proyek, dan masyarakat menjadi kekuatan dalam membangun kembali daerah kita. Semoga fasilitas ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan warga. (Nj)


Tegasumbar-Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah lokasi terdampak banjir di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Minggu (1/3/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah tanggap darurat pascabencana banjir guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal serta langkah-langkah pengendalian banjir dilaksanakan secara tepat.

Salah satu lokasi yang ditinjau adalah Sungai Batang Air Dingin. Melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang, Kementerian Pekerjaan Umum melaksanakan sejumlah upaya penanganan di lokasi tersebut, antara lain perbaikan alur sungai sepanjang 2,4 kilometer serta perkuatan tebing sungai sepanjang 1,9 kilometer guna meningkatkan kapasitas dan stabilitas aliran sungai.

Selain itu, pemerintah juga mengerahkan mobile pump untuk membantu masyarakat mengatasi kekurangan air yang terjadi pascabanjir.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti juga meninjau kawasan Gunung Nago di Kota Padang yang turut terdampak bencana. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lapangan serta memastikan langkah-langkah penanganan yang diperlukan dapat segera dilaksanakan.

Diana Kusumastuti menegaskan bahwa penanganan banjir tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fisik infrastruktur, tetapi juga memerlukan dukungan kebijakan tata ruang oleh pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya pengaturan dan penertiban permukiman di sempadan sungai sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir yang berkelanjutan dan terpadu.

“Penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui pengelolaan ruang yang baik, termasuk penataan permukiman di sempadan sungai,” ujarnya.

Pekerjaan penanganan di Sungai Batang Air Dingin tersebut dilaksanakan oleh PT Nindya Karya sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana serta peningkatan perlindungan kawasan terhadap potensi banjir di masa mendatang.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.