Latest Post


Tegassumbar,Padang - Setelah bencana yang melanda Sumatera Barat, kini kabar baik datang dari kawasan Koto Tuo. Trial talang irigasi di Chekdam Koto Tuo untuk saluran irigasi Koto Panjang Ikur Koto, Kota Padang telah berhasil tersambung pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Keberhasilan ini menjadi harapan baru bagi masyarakat setempat, khususnya para petani yang sangat bergantung pada aliran irigasi untuk mengairi lahan mereka. Warga pun menyampaikan apresiasi atas upaya dan kerja keras pemerintah dalam mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana.

Proyek pengerjaan talang irigasi ini dilaksanakan oleh PT. Nindya Karya dengan harapan dapat kembali mendukung aktivitas pertanian dan perekonomian masyarakat sekitar.

Semangat gotong royong dan kebersamaan antara pemerintah, pelaksana proyek, dan masyarakat menjadi kekuatan dalam membangun kembali daerah kita. Semoga fasilitas ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan warga. (Nj)


Tegasumbar-Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah lokasi terdampak banjir di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Minggu (1/3/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah tanggap darurat pascabencana banjir guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal serta langkah-langkah pengendalian banjir dilaksanakan secara tepat.

Salah satu lokasi yang ditinjau adalah Sungai Batang Air Dingin. Melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang, Kementerian Pekerjaan Umum melaksanakan sejumlah upaya penanganan di lokasi tersebut, antara lain perbaikan alur sungai sepanjang 2,4 kilometer serta perkuatan tebing sungai sepanjang 1,9 kilometer guna meningkatkan kapasitas dan stabilitas aliran sungai.

Selain itu, pemerintah juga mengerahkan mobile pump untuk membantu masyarakat mengatasi kekurangan air yang terjadi pascabanjir.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti juga meninjau kawasan Gunung Nago di Kota Padang yang turut terdampak bencana. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lapangan serta memastikan langkah-langkah penanganan yang diperlukan dapat segera dilaksanakan.

Diana Kusumastuti menegaskan bahwa penanganan banjir tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fisik infrastruktur, tetapi juga memerlukan dukungan kebijakan tata ruang oleh pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya pengaturan dan penertiban permukiman di sempadan sungai sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir yang berkelanjutan dan terpadu.

“Penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui pengelolaan ruang yang baik, termasuk penataan permukiman di sempadan sungai,” ujarnya.

Pekerjaan penanganan di Sungai Batang Air Dingin tersebut dilaksanakan oleh PT Nindya Karya sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana serta peningkatan perlindungan kawasan terhadap potensi banjir di masa mendatang.

Tegassumbar - Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi pada Rabu pagi, 14 Januari 2026 sekitar pukul 09.36 WIB. Peristiwa tersebut, semburkan abu vulkanik dengan ketinggian lebih kurang 1.600 meter di atas puncak yang berada pada ketinggian 4.491 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan unggahan video pada akun instagram salingkatanahdatar menyampaikan bahwa Pos Pengamatan Gunung Api  (PGA) Marapi membenarkan  peristiwa erupsi tersebut.

"Telah terjadi erupsi sekitar pukul 09.36 pagi tadi dengan tinggi kolom abu yang diamati mencapai 1.600 meter di atas puncak," terang Ahmad Rifandi, Kepala Pos PGA. Petugas di Pos PGA Marapi juga menyebutkan pihaknya melakukan pemantauan dan pencatatan aktivitas letusan menggunakan peralatan seismologi.

Berdasarkan keterangan yang beredar, letusan Gunung Marapi kali ini terekam dengan amplitudo maksimum 28,6 milimeter dan durasi sekitar 31 detik. Sementara, Selasa malam sekitar pukul 19.59 WIB, Marapi juga mengalami erupsi dengan amplitudo lebih besar mencapai 30,3 milimeter dan durasi 35 detik.

Diketahui  selama tahun 2026, Gunung Marapi telah mengalami lima kali letusan dan 25 kali embusan. Saat ini, status Gunung Marapi masih berada pada Level II Waspada.

Petugas  Pos PGA mengimbau masyarakat dan pengunjung untuk tidak memasuki radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek serta waspada terhadap potensi lahar, terutama saat hujan. Warga juga disarankan memakai masker apabila terjadi hujan abu guna meminimalisir gangguan pernapasan.

Tegassumbar - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian menyampaikan ada  empat daerah di Provinsi Sumatera Barat yang membutuhkan perhatian khusus akibat bencana yang terjadi di akhir November 2025.

"Kalau melihat petanya memang agak berat dan butuh  perhatian  khusus untuk empat daerah ini," Ucap Mendagri di Kota Padang, Selasa 13 Januari 2026 dilansir ANTARA. Berikut empat daerah yang harus mendapatkan perhatian  khusus tersebut adalah Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Tito menyebutkan, pemberian perhatian khusus tersebut dikarenakan kondisi bencana yang terjadi di empat kabupaten itu tergolong berat bila dibandingkan dengan kabupaten dan kota lainnya yang perlahan sudah mulai normal. Meskipun demikian, Tito menegaskan bukan berarti daerah lainnya sudah pulih total. Salah satu contoh gangguan akses yang masih terjadi di Kabupaten Solok sehingga tetap butuh perhatian dari instansi terkait.

"Empat daerah tersebut kondisinya cukup rumit. Terdapat masalah sarana pendidikan, akses jalan, pasar, PDAM sehingga butuh penanganan teknis dari masing-masing kementerian," sambungnya.

Tito menyampaikan akan terus menjalin kerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Danantara, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Kesehatan, Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM dan instansi terkait lainnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengatakan pemerintah daerah pun terus berkomitmen untuk memastikan roda pembangunan berjalan lancar agar masyarakat tetap  produktif. Mahyeldi mengatakan berpedoman pada data daerah terdampak bencana banjir dan tanah longsor tercatat 307.936 jiwa terdampak. Dari jumlah tersebut, 264 orang meninggal dunia, 72 jiwa hilang, 401 mengalami luka-luka, dan 10.854 orang harus mengungsi serta 296.345 terdampak bencana.

Tegassumbar - Insiden tragis terjadi di Sungai Batang Simpang Godang, Nagari Ranah Malintang, Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar). Dua orang anak  hanyut akibat air sungai yang tiba-tiba membesar pada Senin, 12 Januari 2026 sekitar pukul 17.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang beredar akibat peristiwa tersebut, satu anak dilaporkan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya berhasil diselamatkan. Kuria Sakti selaku Kepala Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasbar,  menyampaikan bahwa air meluap secara mendadak, meskipun tidak ada hujan di wilayah setempat. Fenomena itu membuat warga, termasuk korban, tidak mengira air sungai akan meluap.

Kuria Sakti menyebutkan kronologi peristiwa bermula ketika dua anak perempuan bernama Nurul Najmi dan Aisyah sedang mandi-mandi di sungai. Karena cuaca cerah dan tidak turun hujan, keduanya tidak merasa khawatir adanya potensi bahaya dari arus sungai. Namun seketika, debit air Sungai Batang Simpang Godang meningkat dengan cepat dan arus menjadi deras. Luapan air tersebut langsung menyeret kedua korban hingga hanyut terbawa arus.

Diketahui hanya satu korban yang bisa terselematkan yakni Aisyah berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Sementara itu, temannya ditemukan dalam  keadaan  meninggal dunia. Korban meninggal dunia bernama Nurul Najmi yang berusia 7 tahun dan berjenis kelamin perempuan . 

Ia merupakan anak dari pasangan Jennita dan Poso, yang diketahui bekerja sebagai penjaga SD Simpang Godang. Sedangkan, korban yang selamat bernama Aisyah, dengan jenis kelamin perempuan, merupakan anak dari Tonang. Beruntung, Aisyah ditemukan dalam keadaan  selamat dan telah mendapatkan perawatan dari pihak keluarga dan petugas.

BPBD Pasaman Barat mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk tetap waspada dalam mengawasi anak-anak yang bermain di sekitar sungai. Meski tidak terjadi hujan, potensi luapan air secara mendadak tetap membahayakan.

Tegassumbar - Berdasarkan video yang diunggah oleh akun instagram info_lintas sumbar menyampaikan bahwa terdapat dua orang korban penusukan pada Senin 12 Januari 2026  sekitar pukul 03.00 WIB yang berlokasi di lapangan Volly Padang Jirat, Jorong Saparampek, Nagari Ladang Panjang, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman.

Diketahui insiden terjadi pada saat acara orgen tunggal dalam rangka penutupan turnamen bola volly. Berdasarkan informasi yang dimuat oleh akun tersebut, kejadian bermula ketika seorang pria yang diduga oknum TNI menaiki  pentas untuk berjoget. Namun, saat dimintai turun oleh warga, pelaku diduga tersinggung dan nekat lakukan penusukan kepada dua orang pemuda  menggunakan pisau yang dibawanya.

Insiden tersebut memakan dua orang korban atas nama Eki Yulhendri S (26) yang mengalami luka tusuk di bagian perut sebelah kanan saat ini sedang menjalani perawatan di RS Lubuk Basung. Sementara korban kedua bernama  Zaldi (21) mengalami luka robek akibat sayatan pisau di bagian telinga atas sebelah kanan dan telah menjalani perawatan di Puskesmas Ladang Panjang.

Informasi yang dimuat pada akun tersebut menyebutkan, pelaku langsung diamankan di salah satu rumah warga guna mendapatkan penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.