Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Idul Adha Momentum Menyembelih Sifat Sombong dan Tamak

Selasa, 26 Mei 2026 | Mei 26, 2026 WIB Last Updated 2026-05-27T06:00:26Z


TegasSumbar,Padang - Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Darul Hujjaj Asrama Haji Kelas I Padang berlangsung khidmat, Rabu (27/5/2026).


Ratusan jamaah memadati masjid sejak pagi untuk menunaikan ibadah sekaligus mendengarkan khutbah yang sarat pesan spiritual dan sosial.


Suasana penuh kekhusyukan terlihat selama pelaksanaan shalat berjamaah. Sejumlah tokoh dan tamu undangan turut hadir, di antaranya H. Amril, S.Ag., MA, bersama masyarakat sekitar dan jamaah dari berbagai daerah di Kota Padang.


Bertindak sebagai khatib, Kepala Asrama Haji Kelas I Padang, H. Afrizen, menyampaikan khutbah yang menekankan makna Idul Adha sebagai momentum memperkuat keimanan, ketakwaan, dan pengendalian diri.


Dalam khutbahnya, H. Afrizen mengajak umat Islam meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT. Menurutnya, nilai pengorbanan dalam Idul Adha tidak hanya dimaknai melalui penyembelihan hewan kurban, tetapi juga melalui upaya membersihkan hati dari sifat-sifat buruk.


“Idul Adha mengajarkan umat Islam untuk menundukkan ego, hawa nafsu, dan kesombongan diri demi meraih ketakwaan kepada Allah SWT,” ujarnya di hadapan jamaah.


Ia menjelaskan, terdapat tiga sifat tercela yang harus “disembelih” dalam kehidupan sehari-hari, yakni sifat sombong, iri dan dengki, serta tamak terhadap urusan duniawi.


Menurutnya, kesombongan dapat menutup hati seseorang dari kebenaran dan menjauhkan diri dari rahmat Allah SWT. Ia pun mengutip firman Allah dalam Surah Luqman ayat 18 yang menegaskan bahwa Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.


Selain itu, H. Afrizen juga mengingatkan jamaah agar menjauhi sifat iri dan dengki karena dapat merusak persaudaraan serta menghapus amal kebaikan. Ia turut mengutip hadis Rasulullah SAW tentang bahaya dengki yang diibaratkan seperti api yang membakar kayu bakar.


Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti sikap tamak terhadap dunia yang dinilai menjadi salah satu penyebab lunturnya nilai kejujuran, amanah, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.


Menutup khutbahnya, H. Afrizen mengajak seluruh jamaah menjadikan Idul Adha sebagai sarana memperkuat ibadah dan kepedulian terhadap sesama. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai ketakwaan harus tercermin dalam kehidupan sosial sehari-hari.


Pelaksanaan Shalat Idul Adha di Masjid Darul Hujjaj berlangsung tertib dan lancar hingga akhir kegiatan. Jamaah tampak antusias mengikuti rangkaian ibadah dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat ukhuwah Islamiyah.

×
Berita Terbaru Update