Ketum SEMMI Sumbar Desak Aparat Penegak Hukum Menindak Mafia Migas di Sumbar

Tegassumbar - Ketua Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Sumatera Barat, Fardian Pratama, kembali menyuarakan kepada seluruh elemen masyarakat, aparat penegak hukum, serta instansi terkait untuk melakukan perang total membasmi mafia migas yang dinilai menjadi sumber persoalan krisis distribusi BBM subsidi di Sumatera Barat.

Fardian Pratama menyampaikan bahwa kelangkaan BBM subsidi yang kerap terjadi di berbagai daerah Sumatera Barat bukan semata-mata dipicu oleh keterbatasan kuota, melainkan kuat dugaan akibat praktik penimbunan, penyelewengan distribusi, serta permainan mafia migas yang telah berlangsung cukup lama.

Ia mengungkapkan, beberapa minggu terakhir, antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Sumatera Barat kembali terjadi. Bahkan sejak dini hari, masyarakat sudah mulai menyerbu SPBU, bahkan ada yang rela mengantre sejak malam hingga keesokan harinya. Kendaraan roda dua, mobil pribadi, angkutan umum, hingga nelayan dan petani terlihat berdesakan demi mendapatkan BBM subsidi.

“Di lapangan, masyarakat sudah antre dari subuh, bahkan ada yang sejak tengah malam. Mereka rela mengorbankan pekerjaan dan aktivitas ekonomi lainnya. Namun ironisnya, baru beberapa jam menunggu BBM subsidi sudah dinyatakan habis,” tegas Fardian Pratama pada Selasa, 30 Desember 2025.

Menurutnya, kondisi ini makin memprihatinkan ketika antrean terhenti saat waktu sholat. Banyak warga yang meninggalkan barisan untuk menunaikan kewajiban ibadah. Namun saat kembali ke SPBU, BBM subsidi tiba-tiba sudah kosong.

“Ini fakta yang kami temukan. Ketika masyarakat pergi sholat, mereka kembali dan BBM sudah habis. Timbul dugaan kuat bahwa BBM subsidi ini telah dimainkan untuk kepentingan mafia. Rakyat kecil kembali jadi korban,” ungkapnya.

Ia menilai, situasi tersebut memperlihatkan bahwa penambahan kuota BBM untuk Sumatera Barat tidak akan menjadi solusi jika tata kelola distribusi masih dikuasai oleh mafia migas dan oknum-oknum yang menopang mereka.

“Percuma saja kuota minyak untuk Sumatera Barat ditambah. Kalau yang bermain tetap mafia, yang menikmati tetap kelompok tertentu. Rakyat tetap antre, tetap kesulitan, dan tetap dirugikan,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa  mafia migas tidak mungkin berlangsung tanpa adanya perlindungan dari oknum tertentu. Melihat kondisi itu, SEMMI Sumbar mendesak agar penegakan hukum bertindak tegas terhadap mafia migas secara menyeluruh, transparan, dan tidak tebang pilih. SEMMI Sumbar juga meminta aparat penegak hukum untuk menggali tuntas seluruh jaringan mafia migas, mulai dari pelaku lapangan, pengelola distribusi, hingga pihak-pihak yang diduga melindungi aktivitas tersebut. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terkait sistem distribusi BBM subsidi di Sumatera Barat agar lebih tepat sasaran.

“BBM subsidi adalah hak rakyat, bukan teruntuk mafia. Jika negara takut melawan mafia migas, maka keadilan sosial hanya akan menjadi slogan. Kami akan terus bersuara dan bergerak sampai persoalan ini benar-benar tuntas,” tutup Fardian Pratama.

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.