Tegassumbar,Padang — Kisah Muhammad Hanif Zulfa, balita berusia 5 tahun yang menderita hidrosefalus, kembali mengetuk kepedulian. Setelah kisahnya sempat viral dan diberitakan sejumlah media, Hanif mendapat kunjungan dari Anggun Citra Dewi di kediamannya di kawasan Parak Buruk, Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
Kedatangan Citra bukan sekadar kunjungan biasa. Perempuan yang juga aktif di DPD Partai NasDem Sijunjung itu mengaku tersentuh setelah mengetahui kondisi Hanif melalui pemberitaan media.
Sebagai seorang ibu, Citra mengaku dapat merasakan beratnya perjuangan yang harus dilalui keluarga Hanif.
“Kalau di dalam keluarga kita ada yang sakit, sebagai ibu tentu kita bisa merasakan bagaimana sedih dan beratnya perjuangan itu,” ujar Citra saat bertemu Hanif dan keluarganya.
Dengan penuh kasih, Citra menggendong dan memeluk Hanif. Momen tersebut berlangsung haru. Tatapan dan perhatian Citra kepada Hanif menggambarkan kepedulian seorang ibu kepada seorang anak yang tengah berjuang menghadapi penyakit.
Citra mengatakan, kedatangannya semata-mata untuk berbagi rezeki dan memberikan dukungan moral kepada Hanif serta keluarganya. Ia menegaskan, kunjungan tersebut tidak dilandasi kepentingan lain.
“Saya datang untuk berbagi rezeki dan melihat langsung kondisi adik kita, Hanif. Semoga apa yang diberikan bisa sedikit membantu dan memberikan semangat untuk keluarga,” katanya.
Ia juga membuka kemungkinan bagi saudara-saudara lainnya yang memiliki kepedulian untuk datang dan melihat langsung kondisi Hanif.
Air Mata Ibu Hanif Pecah, Bagi Sri Wahyuni, ibunda Hanif, kedatangan Citra menjadi sebuah kebahagiaan sekaligus haru. Di tengah perjuangan mendampingi sang buah hati, perhatian dari orang-orang yang tidak memiliki hubungan keluarga secara langsung menjadi kekuatan tersendiri.
Sri Wahyuni menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian dan kedatangan Citra. “Saya sangat berterima kasih atas kedatangan Ibunda Citra. Saya senang masih banyak saudara di luar sana yang masih peduli kepada Hanif,” tutur Sri Wahyuni dengan suara bergetar.
Air mata Sri Wahyuni pun tak terbendung. Ia menangis haru saat menyampaikan rasa syukurnya karena masih ada orang-orang yang datang memberikan perhatian dan dukungan kepada putranya.
Bagi keluarga Hanif, kepedulian seperti ini bukan hanya soal bantuan materi. Kehadiran, perhatian dan doa dari orang lain menjadi penguat bagi seorang ibu yang terus berjuang mendampingi anaknya.
Kisah Hanif kembali mengingatkan bahwa di tengah berbagai kesibukan dan persoalan kehidupan, masih ada kepedulian yang tumbuh dari hati. Sebuah kunjungan sederhana ternyata mampu menghadirkan harapan dan membuat seorang ibu merasa bahwa dirinya dan anaknya tidak berjuang sendirian.

