Di Tengah Duka Bencana yang Melanda, Terjadi Laka Beruntun di Sitinjau Lauik

Tegassumbar - Duka bencana belum usai, kecelakaan beruntun kembali terjadi di kawasan Panorama II Sitinjau Lauik, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, pada Jumat siang, 28 November 2025. Peristiwa ini kembali mengingatkan kita betapa rawannya jalur tersebut, terutama bagi kendaraan bertonase besar yang melintas di kawasan turunan curam itu.

Berdasarkan informasi yang beredar kecelakaan tersebut melibatkan lebih dari enam kendaraan. Sementara, sejauh ini belum ada laporan resmi terkait jumlah pasti korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. 

Petugas masih melakukan proses pendataan di lapangan. Kronologi awal  menyebutkan bahwa kecelakaan disebabkan oleh sebuah truk pengangkut Crude Palm Oil (CPO) yang mengalami rem blong. Truk tersebut melaju dari arah Solok menuju Padang  akhirnya hilang kendali di lokasi kejadian.

Salah seorang pengendara selaku saksi, Riki yang sedang berada di lokasi saat kejadian, membenarkan bahwa truk CPO tersebut menabrak sejumlah mobil di depannya. 

“Iya pak, ada mobil CPO remnya blong. imbasnya lebih dari enam mobil yang ketabrak. Sementara, mobi CPO itu Minyaknya tumpah ke jalan,” ucapnya.

Tumpahan minyak CPO yang berserakan di badan jalan diduga memperburuk situasi, karena membuat badan jalan menjadi licin. Hal ini juga menjadi kendala proses evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan. Warga dan pengendara yang melintas di kawasan tersebut  berusaha memberikan pertolongan sebisanya. Beberapa di antara mereka membantu mengarahkan lalu lintas agar tidak terjadi kecelakaan susulan.

Petugas kepolisian dari Polsek Lubuk Kilangan bersama unit Lantas Polresta Padang langsung menuju lokasi setelah menerima laporan. Arus lalu lintas terpantau macet panjang akibat proses evakuasi kendaraan dan pembersihan tumpahan minyak. Kapolsek Lubuk Kilangan, Kompol Sosmedya, membenarkan peristiwa kecelakaan beruntun tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan olah TKP dan koordinasi dengan pihak terkait. Informasi lengkap terkait penyebab pasti dan jumlah korban akan dipublish setelah proses identifikasi selesai dilakukan.

Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.